Tiga Tahun Digelontor Puluhan Miliar, Jembatan Muara Lesan Masih Jadi Pilar Berlumut, Warga Pertanyakan Kinerja PUPR
Berau Jurnalisberau.my.id, Berau– Proyek pembangunan Jembatan Muara Lesan yang diharapkan menjadi akses vital bagi masyarakat hingga kini belum menunjukkan hasil yang dapat dinikmati warga.
Setelah tiga tahun berjalan dengan total alokasi anggaran yang disebut mencapai lebih dari Rp35 miliar, kondisi di lapangan disebut masih didominasi pilar-pilar beton yang berdiri tanpa jembatan yang bisa difungsikan. Berdasarkan informasi yang dihimpun masyarakat, Dan Media Menulusuri LPSE Terkait proyek tersebut memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp11 miliar pada 2024, sekitar Rp16 miliar pada 2025, dan kembali dianggarkan sekitar Rp8 miliar pada 2026.
Kondisi itu memicu kekecewaan warga yang selama ini menantikan hadirnya akses penghubung yang diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian di lima kampung, yakni Merapun, Merabu, Panaan, Mapulu, dan Muara Lesan hingga tembus ke wilayah Marasah. Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa karena proyek yang telah berlangsung selama tiga tahun belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Yang kami lihat sampai sekarang hanya pilar-pilar yang berdiri kokoh dan mulai berjamur. Harapan kami, kalau jembatan ini selesai dan bisa dilalui, otomatis perekonomian lima kampung akan bergerak.
Kami berharap para pimpinan dan dinas yang menangani proyek ini benar-benar melihat kondisi masyarakat yang berada di seberang. Bekerjalah dengan memandang kami yang setiap hari menunggu jembatan ini selesai," ujarnya. Menurut warga, lambannya progres pembangunan menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pelaksanaan proyek yang telah menghabiskan anggaran cukup besar.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Berau, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan fisik pekerjaan, realisasi anggaran, kendala yang dihadapi, serta target penyelesaian proyek. Transparansi dinilai menjadi hal penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana uang negara yang telah dialokasikan benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan yang dapat dirasakan manfaatnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Berau belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi terkait progres pembangunan, nilai kontrak setiap tahun anggaran, penyebab keterlambatan pekerjaan, serta target penyelesaian Jembatan Muara Lesan.
Masyarakat berharap proyek strategis tersebut tidak kembali menjadi sekadar deretan pilar beton tanpa kepastian kapan dapat difungsikan, mengingat keberadaannya dinilai sangat penting untuk membuka akses dan meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah pedalaman Berau.